JaringanSantri Syaikhona Kholil Bangkalan di Bumi Pasundan. Kamis, 06 Februari 2020. Ilustrasi: Kami anjangsana ke Pesantren Sirna Miskin di Kopo Bandung. Pesantren ini didirikan oleh Kiai Ahmad Dimyathi, murid Hadrotusy Syaikh Muhammad Hasyim Asy'ari (foto: istimewa) Jaringan keilmuan yang merupakan bagian dari jaringan sosial adalah sebuah

Mulamula beliau menjadi santri di Pesantren Wonokolo, Pesantren Langitan, Pesantren Probalinggo, Pesantren Trenggilis, dan berguru kepada Kyai Kholil di Bangkalan, Madura. 6 Pada tahun 1893 K.H. M. Hasyim Asyari meninggalkan tanah air dan pergi ke Mekkah untuk berguru disana.

KiaiHasyim Asy'ari pun merasa lega dan puas. Kemudin Kiai Hasyim Asy'ari menuju ke tempatnya Mbah Kiai Kholil Bangkalan. Mbah Kyai Kholil bilang sama Kyai Hasyim Asyari: "Laksanakan apa niatmu. Saya ridha seperti ridhanya Habib Hasyim. Tapi saya juga minta tolong, nama saya jangan ditulis." Antaralain adalah Ponpes Wonocolo Jombang, Ponpes Tranggilis, Ponpes Langitan, Ponpes Probolinggo, termasuk berguru kepada Kyai Kholil Bangkalan di Ponpes Madura. Perjuangan K.H. Hasyim Asy'ari. K.H. Hasyim Asy'ari adalah salah satu ulama besar indonesia yang mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 31 januari 1926. Tapihasilnya nihil. Suatu ketika, seperti dikisahkan ustadz Muhammad Salim (santri Nurul Dholam), Kiai Anwar dapat petunjuk, agar mempelajari kitab alfiyah di makam Mbah Kholil. Petunjuk gaib itu pun dilaksanakan. Selama sebulan penuh Kiai Anwar ziarah di makam Mbah Kholil Bangkalan. Di makam itu dia mempelajari kitab alfiyah. SiapaSyechona Kholil? Syechona Kholil lahir di Bangkalan, Madura, pada hari Ahad Pahing, tanggal 11 Jumadil Akhir 1235 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1820 M. Syechona Khoilil juga diakui memiliki garis nasab ke Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), 1448-1570 M, salah seorang Wali Songo di Pulau Jawa.
KholilHarun lalu melanjutkan mencari ilmu ke Bangkalan Madura, berguru kepada Wali Jaman itu yakni Kyai Kholil Bangkalan. Pada usia 17 tahun, KH. Kholil Harun berangkat ke Haramain sebagaimana kaprahnya santri-santri pada masa itu untuk melaksanakan ibadah haji, sekaligus berguru kepada ulama' di Makkah.

Namundemikian, kalo melihat ketiga putra beliau, yakni Kyai Abdullah, Kyai Anwar dan Kyai Abdul Mun'im yang menuntut ilmu ke Pondok Pesantren Sidoresmo Surabaya dan Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, maka dapat dipastikan bahwa Syekh Buyut Harun juga pada masa remajanya pernah melakukan pengembaraan tholabul Ilmi, selain

Jikadicermati dari aspek historis atau sejarah sesuai yang termaktub pada KH Kholil silsilah yaitu Muhammad Kholil atau KH Kholil Bangkalan Madura bernasab kepada para ulama. Bahkan sang ayah, KH Abdul Lathif masih memiliki hubungan darah degan kanjeng Sunan Gunung Jati. Ayah KH Abdul Lathif atau kakek dari Muhammad Kholil bernama Kyai Hamim. .
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/282
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/309
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/413
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/75
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/138
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/138
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/478
  • 6m4bpy9r4n.pages.dev/350
  • silsilah kyai kholil bangkalan